Keselamatan kerja menjadi perhatian penting di lingkungan konstruksi dan manufaktur. Kedua sektor tersebut memiliki aktivitas yang melibatkan material berat, mesin, alat kerja, permukaan yang tidak selalu rata, hingga berbagai benda yang berpotensi menimbulkan cedera.
Data Kementerian PUPR yang diberitakan ANTARA pada Desember 2015 pernah menyebut sektor konstruksi dan manufaktur sebagai penyumbang terbesar kecelakaan kerja di Indonesia, yakni sekitar 32%. Pada periode tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3.
Angka tersebut merupakan data historis, bukan statistik kecelakaan kerja terbaru. Namun, karakter risiko pada sektor konstruksi dan manufaktur membuat penerapan keselamatan tetap relevan hingga sekarang.
Salah satu bagian tubuh yang perlu mendapatkan perlindungan adalah kaki. Di area kerja, pekerja dapat berhadapan dengan benda berat, material tajam, permukaan licin, hingga medan yang tidak rata. Karena itu, pemilihan alas kaki safety yang sesuai tidak boleh dianggap sebagai persoalan penampilan saja.
Table of Contents
ToggleMengapa Konstruksi dan Manufaktur Memiliki Risiko Kecelakaan Tinggi?

Lingkungan konstruksi dan manufaktur memiliki karakter yang berbeda dengan area kerja perkantoran. Aktivitas fisik lebih tinggi dan pekerja sering berinteraksi langsung dengan mesin, material, kendaraan, maupun berbagai peralatan.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan potensi kecelakaan antara lain:
1. Banyak Material Berat di Area Kerja
Besi, baja, beton, komponen mesin, perkakas, hingga material produksi dapat memiliki bobot yang besar. Apabila material terjatuh atau menggelinding, kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang berisiko terkena dampak.
Inilah salah satu alasan mengapa protective footwear digunakan di area yang memiliki bahaya benda jatuh atau menggelinding. OSHA juga memasukkan kondisi tersebut sebagai salah satu risiko yang membutuhkan perlindungan kaki.
2. Permukaan Kerja Tidak Selalu Stabil
Area proyek konstruksi dapat memiliki tanah tidak rata, kerikil, material sisa, lubang, hingga permukaan yang berubah sesuai tahapan pembangunan.
Di lingkungan manufaktur, risikonya bisa berbeda. Lantai produksi dapat terpapar cairan, debu, maupun material lain yang memengaruhi kondisi pijakan.
Pemilihan sol sepatu yang sesuai dengan permukaan kerja menjadi penting karena risiko terpeleset, tersandung, dan jatuh juga perlu diperhitungkan.
3. Ada Risiko Benda Tajam
Paku, serpihan logam, pecahan material, dan benda tajam lainnya dapat ditemukan pada sejumlah lingkungan kerja konstruksi maupun industri.
Jika pekerja menginjak benda tersebut, sol sepatu menjadi lapisan pertama yang berhadapan langsung dengan bahaya. CCOHS memasukkan puncture sebagai salah satu jenis cedera kaki yang umum serta menekankan pentingnya memilih protective sole apabila terdapat risiko penetrasi dari bawah.
4. Aktivitas Pekerja Sangat Dinamis
Pekerja konstruksi dapat berjalan dari satu area ke area lain, naik turun permukaan, membawa material, hingga bekerja di lokasi dengan ruang gerak terbatas.
Kondisi serupa ditemukan pada sejumlah pekerjaan manufaktur. Operator, teknisi, maintenance, maupun petugas gudang dapat melakukan banyak perpindahan selama satu shift.
Karena itu, alas kaki kerja tidak hanya perlu memberikan perlindungan tetapi juga harus sesuai dengan jenis pekerjaan dan nyaman digunakan.
Cedera Kaki Bisa Berasal dari Berbagai Risiko Kerja
Cedera kaki tidak selalu disebabkan oleh satu jenis kecelakaan. Setiap lingkungan kerja memiliki hazard yang berbeda.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan meliputi:
- Material berat jatuh atau menggelinding ke arah kaki.
- Paku dan benda tajam menembus bagian bawah sepatu.
- Terpeleset pada permukaan tertentu.
- Tersandung material yang berada di jalur berjalan.
- Benturan dengan mesin atau peralatan kerja.
- Pergelangan kaki terkilir ketika berjalan di medan tidak rata.
- Paparan cairan atau kondisi lingkungan tertentu.
CCOHS menekankan bahwa langkah awal dalam mengurangi masalah dan cedera kaki adalah mengidentifikasi hazard yang terdapat pada lingkungan kerja. Dengan kata lain, sepatu safety tidak seharusnya dipilih hanya karena terlihat kokoh atau memiliki model tertentu.
Mengapa Alas Kaki Safety Menjadi Bagian Penting dari Pencegahan?
Safety shoes atau safety boots dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko tertentu. Namun, tingkat perlindungan setiap produk dapat berbeda sehingga pengguna perlu melihat spesifikasinya.
1. Membantu Melindungi Bagian Depan Kaki
Pada pekerjaan dengan risiko benda berat, perlindungan di area jari kaki menjadi salah satu faktor penting.
Protective toe cap dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap benturan atau tekanan sesuai dengan standar dan spesifikasi yang dimiliki produk.
2. Membantu Mengurangi Risiko Penetrasi dari Bawah
Area proyek sering memiliki paku, potongan besi, maupun material tajam lainnya.
OSHA secara khusus menyebut risiko benda yang dapat menembus sol sebagai salah satu kondisi ketika protective footwear diperlukan.
Karena itu, pekerja pada lingkungan dengan risiko tersebut perlu memperhatikan apakah sepatu memiliki perlindungan yang memang dirancang untuk menghadapi bahaya penetrasi.
3. Memberikan Traksi pada Permukaan Kerja
Outsole merupakan bagian sepatu yang bersentuhan langsung dengan lantai atau tanah.
Pemilihan outsole sebaiknya menyesuaikan kondisi tempat kerja. CCOHS menyarankan penggunaan sol yang sesuai dengan kondisi permukaan dan mempertimbangkan risiko terpeleset.
4. Memberikan Dukungan pada Area Pergelangan
Untuk lingkungan kerja dengan tanah kasar atau tidak rata, risiko cedera pada pergelangan juga perlu diperhatikan.
Safety boots dengan potongan lebih tinggi dapat memberikan dukungan tambahan di area tersebut. CCOHS menyebut high-cut boots dapat memberikan dukungan terhadap cedera pergelangan kaki.
5. Menyesuaikan Perlindungan dengan Jenis Pekerjaan
Tidak semua pekerja membutuhkan jenis sepatu safety yang sama.
Pekerja gudang mungkin membutuhkan karakter sepatu berbeda dengan pekerja proyek konstruksi. Teknisi pabrik juga dapat menghadapi hazard berbeda dengan pekerja tambang.
Karena itu, penilaian risiko pekerjaan seharusnya menjadi dasar pemilihan alas kaki.
Sepatu Safety untuk Konstruksi dan Manufaktur Tidak Bisa Dipilih Sembarangan
Harga dan desain tentu dapat menjadi pertimbangan, tetapi keduanya sebaiknya bukan faktor utama dalam memilih safety shoes.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Jenis perlindungan pada toe cap.
- Ketahanan sol terhadap risiko pekerjaan.
- Daya cengkeram outsole.
- Perlindungan terhadap penetrasi jika dibutuhkan.
- Tinggi sepatu dan dukungan pada pergelangan.
- Material upper.
- Kenyamanan dan ukuran.
- Standar keselamatan yang digunakan produk.
Khusus untuk lingkungan konstruksi, pemilihan Sepatu Safety Proyek Terbaik seharusnya didasarkan pada karakter lapangan. Sepatu yang cocok untuk proyek dengan permukaan kering dan relatif stabil belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk lokasi dengan tanah kasar, banyak material tajam, atau kondisi basah.
Artinya, istilah “terbaik” harus dilihat berdasarkan kesesuaian antara fitur sepatu dan risiko aktual di tempat kerja.
Pencegahan Kecelakaan Kerja Tidak Cukup Mengandalkan Sepatu Safety
Meskipun penting, sepatu safety bukan satu-satunya solusi untuk mencegah kecelakaan kerja. Keselamatan perlu diterapkan sebagai sistem yang menyeluruh melalui:
- Identifikasi dan pengendalian bahaya.
- Penerapan prosedur kerja yang aman.
- Penggunaan APD sesuai risiko.
- Pelatihan pekerja.
- Pengawasan pekerjaan.
- Penataan dan kebersihan area kerja.
- Pemeriksaan kondisi alat serta APD secara berkala.
Safety footwear berfungsi sebagai salah satu lapisan perlindungan ketika risiko terhadap kaki tetap ada. Pemilihannya pun harus mengikuti hazard di tempat kerja, bukan sekadar kebiasaan atau keseragaman model.
Data historis yang menyebut konstruksi dan manufaktur pernah menyumbang sekitar 32% kecelakaan kerja menunjukkan besarnya perhatian yang diperlukan terhadap keselamatan pada kedua sektor tersebut. Namun, upaya pencegahan tidak dapat mengandalkan satu langkah saja.
Untuk risiko pada kaki, pemilihan alas kaki safety yang tepat dapat membantu memberikan perlindungan terhadap benturan, tekanan, penetrasi benda tajam, maupun kondisi permukaan tertentu.
Perusahaan dan pekerja perlu memahami bahwa sepatu safety terbaik bukan selalu yang paling tinggi, paling berat, atau paling mahal. Pilihan yang tepat adalah alas kaki yang spesifikasinya sesuai dengan bahaya, kondisi medan, dan aktivitas pekerjaan yang dilakukan.



