Menerbitkan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi SINTA merupakan salah satu langkah penting bagi peneliti pemula untuk membangun rekam jejak akademik, menyebarluaskan hasil penelitian, dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Namun, proses publikasi tidak selalu mudah. Penulis perlu memastikan bahwa topik penelitiannya sesuai dengan cakupan jurnal, naskah disusun mengikuti pedoman penulisan, serta hasil penelitian memiliki kontribusi yang jelas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
SINTA (Science and Technology Index) merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mengindeks dan menampilkan kinerja publikasi serta penelitian di Indonesia. Dalam konteks publikasi jurnal, peringkat akreditasi SINTA 1 hingga SINTA 6 sering menjadi salah satu pertimbangan peneliti ketika menentukan jurnal tujuan. Meskipun demikian, peringkat SINTA bukan satu-satunya ukuran kualitas sebuah artikel. Kesesuaian topik, kekuatan metode, kebaruan penelitian, kualitas penulisan, dan proses penelaahan oleh mitra bestari tetap berperan penting dalam menentukan apakah sebuah naskah layak diterbitkan.
Bagi peneliti pemula, strategi publikasi sebaiknya dimulai sejak tahap perencanaan penelitian, bukan baru dilakukan setelah penelitian selesai. Dengan memahami karakteristik jurnal tujuan, membaca artikel terdahulu, mengelola referensi secara sistematis, dan mempersiapkan diri menghadapi proses revisi, peluang naskah untuk dipertimbangkan oleh editor dapat ditingkatkan. Kunci utamanya bukan sekadar mengirimkan artikel ke jurnal berperingkat tinggi, melainkan menghasilkan penelitian yang relevan, orisinal, transparan, dan sesuai dengan standar penerbitan ilmiah.
Table of Contents
Toggle1. Pemilihan Jurnal SINTA yang Tepat dan Sesuai Focus/Scope
Strategi pertama yang perlu dilakukan peneliti pemula adalah memilih jurnal yang benar-benar sesuai dengan fokus dan cakupan penelitian (focus and scope). Focus and scope merupakan penjelasan mengenai bidang keilmuan, jenis penelitian, tema, serta topik yang diterima oleh sebuah jurnal. Setiap jurnal memiliki karakteristik tersendiri, meskipun beberapa di antaranya berada dalam bidang ilmu yang sama.
Kesalahan dalam menentukan jurnal tujuan dapat menyebabkan artikel ditolak pada tahap pemeriksaan awal oleh editor atau desk rejection. Penolakan ini tidak selalu berarti penelitian memiliki kualitas buruk. Bisa saja naskah membahas topik yang menarik, tetapi tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang dituju. Oleh karena itu, peneliti perlu memeriksa jurnal sejak awal agar waktu dan tenaga tidak terbuang untuk proses pengiriman yang kurang tepat.
Mengenal peringkat SINTA 1 hingga SINTA 6
SINTA adalah sistem informasi yang dikelola pemerintah Indonesia untuk menyediakan informasi mengenai publikasi, sitasi, peneliti, institusi, dan jurnal ilmiah. Portal resminya dapat diakses melalui SINTA Kemdiktisaintek. Dalam sistem akreditasi jurnal nasional, terdapat enam peringkat, mulai dari SINTA 1 hingga SINTA 6.
Secara umum, keenam peringkat tersebut dapat digunakan sebagai titik awal untuk menentukan target publikasi. Namun, peneliti perlu memahami bahwa peringkat akreditasi bukan jaminan artikel akan diterima atau ditolak. Editor dan reviewer tetap menilai kesesuaian topik, kebaruan, metode, kualitas pembahasan, serta kepatuhan terhadap etika publikasi.
| Peringkat | Gambaran umum | Pertimbangan bagi peneliti pemula |
|---|---|---|
| SINTA 1 | Peringkat akreditasi tertinggi dalam skema SINTA | Pertimbangkan jika kontribusi, metode, dan penulisan penelitian sudah sangat kuat |
| SINTA 2 | Peringkat akreditasi tinggi | Cocok sebagai target apabila penelitian memiliki kontribusi yang jelas dan pembahasan mendalam |
| SINTA 3 | Peringkat akreditasi menengah atas | Dapat menjadi target untuk penelitian yang solid dan relevan dengan bidang jurnal |
| SINTA 4 | Peringkat akreditasi menengah | Layak dipertimbangkan untuk penelitian yang terarah dan memenuhi standar jurnal |
| SINTA 5 | Peringkat akreditasi menengah bawah | Dapat menjadi pilihan berdasarkan kecocokan topik dan kualitas artikel |
| SINTA 6 | Peringkat akreditasi terendah dalam skema SINTA | Dapat dipertimbangkan untuk publikasi awal jika jurnal sesuai dengan kebutuhan dan standar penelitian |
Catatan: Tabel ini merupakan panduan praktis, bukan pemeringkatan kelayakan artikel. Peringkat akreditasi perlu diverifikasi melalui portal resmi karena status dan masa berlakunya dapat berubah. Keterangan peringkat mengacu pada sistem SINTA.
Cara menemukan jurnal yang sesuai melalui portal SINTA
Langkah pertama adalah mengakses portal SINTA dan mencari jurnal berdasarkan bidang keilmuan atau kata kunci penelitian. Misalnya, penelitian tentang pembelajaran berbasis teknologi dapat diarahkan pada jurnal pendidikan, teknologi pendidikan, atau sistem informasi pendidikan, bergantung pada fokus utama dan kontribusi penelitian.
Setelah menemukan kandidat jurnal, jangan langsung mengirimkan naskah hanya karena jurnal tersebut memiliki peringkat yang diinginkan. Buka situs resmi jurnal dan periksa bagian Focus and Scope, About the Journal, serta artikel yang telah diterbitkan. Membaca sekitar lima hingga sepuluh artikel terbaru dapat membantu penulis mengenali tema yang sering diterbitkan, metode penelitian yang digunakan, dan kedalaman pembahasan yang diharapkan.
Peneliti juga sebaiknya memeriksa apakah status akreditasi masih berlaku untuk periode yang relevan. Informasi tentang jurnal pada portal pengindeks dan informasi pada situs jurnal terkadang diperbarui pada waktu berbeda. Gunakan portal SINTA sebagai titik verifikasi awal, lalu cocokkan identitas jurnal, ISSN, situs penerbit, dan masa berlaku akreditasinya.
Periksa reputasi dan kredibilitas jurnal
Selain fokus keilmuan, periksa apakah jurnal memiliki dewan editor yang jelas, proses penelaahan yang transparan, jadwal penerbitan yang masuk akal, serta kebijakan etika publikasi yang dapat dibaca. Hindari jurnal yang menjanjikan penerimaan dalam waktu sangat singkat tanpa penelaahan yang memadai atau menggunakan klaim akreditasi yang tidak dapat diverifikasi.
Perhatikan pula biaya publikasi atau Article Processing Charge (APC), jika ada. Jurnal yang mengenakan biaya tidak otomatis bermasalah, dan jurnal gratis juga tidak otomatis berkualitas tinggi. Penilaian sebaiknya didasarkan pada kredibilitas penerbit, proses editorial, transparansi biaya, serta status akreditasi yang terverifikasi.
2. Kepatuhan Mutlak terhadap Author Guidelines dan Template
Strategi kedua adalah mengikuti author guidelines atau pedoman penulisan yang ditetapkan oleh jurnal tujuan. Author guidelines merupakan seperangkat aturan teknis dan editorial yang menjelaskan bagaimana naskah harus disiapkan sebelum dikirimkan. Aturan tersebut dapat mencakup struktur artikel, panjang naskah, format abstrak, penggunaan kata kunci, gaya sitasi, penulisan tabel, format gambar, hingga ketentuan identitas penulis.
Bagi peneliti pemula, mengikuti pedoman ini bukan sekadar urusan merapikan dokumen. Kepatuhan terhadap author guidelines menunjukkan bahwa penulis memahami standar penerbitan jurnal dan menghargai proses kerja editor. Naskah yang bagus secara substansi tetap dapat mengalami pengembalian untuk perbaikan teknis apabila formatnya tidak memenuhi ketentuan.
Memahami struktur IMRAD dalam artikel ilmiah
Banyak jurnal penelitian empiris menggunakan struktur IMRAD, singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion. Struktur ini membantu penulis menyampaikan alasan penelitian dilakukan, cara penelitian dijalankan, hasil yang diperoleh, dan makna hasil tersebut. Meskipun umum digunakan, struktur IMRAD tidak berlaku secara seragam untuk semua jenis artikel. Artikel tinjauan, konseptual, atau kajian tertentu dapat memiliki susunan berbeda sesuai pedoman jurnal.
Berikut penjelasan setiap bagian IMRAD.
- Introduction (Pendahuluan): menjelaskan latar belakang masalah, kondisi terkini berdasarkan literatur, kesenjangan penelitian (research gap), tujuan, dan kontribusi yang ingin dicapai.
- Methods (Metode): menerangkan desain penelitian, sumber data atau partisipan, instrumen, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis sehingga proses penelitian dapat dipahami dan dinilai.
- Results (Hasil): menyajikan temuan berdasarkan data yang diperoleh. Hasil sebaiknya disampaikan secara jelas, dengan tabel atau gambar jika diperlukan.
- Discussion (Pembahasan): menafsirkan temuan, menghubungkannya dengan penelitian terdahulu, menjelaskan implikasi, dan membahas keterbatasan penelitian.
Beberapa jurnal memisahkan hasil dan pembahasan, sedangkan jurnal lainnya menggabungkan kedua bagian tersebut. Karena itu, gunakan struktur yang diminta jurnal, bukan semata-mata mengikuti format artikel yang pernah dibaca di tempat lain. Pedoman penulis dari penerbit akademik seperti Elsevier juga menekankan pentingnya menyesuaikan naskah dengan persyaratan jurnal tujuan.
Periksa format dan gaya sitasi secara terperinci
Setelah memahami struktur artikel, periksa ketentuan teknis satu per satu. Beberapa jurnal mensyaratkan jumlah kata tertentu, format abstrak terstruktur, jumlah kata kunci, ukuran huruf, margin, serta batas jumlah tabel atau gambar. Ada juga jurnal yang meminta identitas penulis dihapus dari dokumen utama untuk mendukung proses double-anonymous peer review.
Perhatikan pula gaya sitasi. Sebagian jurnal menggunakan APA, sebagian menggunakan Vancouver, IEEE, Chicago, atau gaya lain sesuai bidang keilmuannya. Perbedaan ini dapat terlihat dari urutan nama penulis, format tahun, penulisan DOI, serta cara mencantumkan sumber dalam teks.
Cara paling aman adalah mengunduh template terbaru dari situs resmi jurnal dan menjadikannya dokumen kerja sejak awal. Hindari menyalin format dari artikel yang telah terbit beberapa tahun lalu karena aturan jurnal mungkin sudah berubah. Setelah naskah selesai, lakukan pemeriksaan ulang dengan mencocokkan dokumen terhadap pedoman terbaru.
Gunakan checklist sebelum mengirimkan naskah
Sebelum melakukan pengiriman melalui Open Journal Systems (OJS), siapkan checklist sederhana untuk memastikan tidak ada persyaratan penting yang terlewat.
- Judul dan abstrak sesuai dengan isi penelitian.
- Kata kunci relevan dan mengikuti batas yang ditetapkan.
- Struktur artikel mengikuti template jurnal.
- Seluruh tabel dan gambar memiliki nomor serta keterangan.
- Semua sitasi dalam teks tercantum dalam daftar pustaka dan sebaliknya.
- Identitas penulis, pernyataan kontribusi, pendanaan, dan konflik kepentingan disiapkan sesuai kebijakan jurnal.
- Surat pengantar atau cover letter tersedia jika diminta.
- Dokumen tambahan, data pendukung, dan pernyataan etik disertakan jika relevan.
Checklist ini membantu mengurangi kesalahan administratif yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan demikian, perhatian penulis dapat lebih difokuskan pada substansi penelitian daripada perbaikan format berulang kali.
3. Memperkuat Kebaruan Riset (Novelty) dan Originalitas Studi
Kebaruan penelitian atau novelty adalah unsur yang menjelaskan apa yang ditambahkan oleh suatu penelitian terhadap pengetahuan yang sudah tersedia. Kebaruan tidak selalu berarti menemukan teori baru atau menghasilkan teknologi yang sepenuhnya belum pernah ada. Dalam konteks tertentu, kebaruan dapat berupa temuan empiris baru, pengujian teori pada konteks berbeda, metode analisis yang lebih tepat, atau penjelasan yang memperbaiki pemahaman terhadap masalah yang sudah diteliti.
Sementara itu, originalitas berarti karya tersebut merupakan kontribusi intelektual penulis yang disusun secara mandiri dan tidak mengambil karya orang lain tanpa pengakuan yang semestinya. Kebaruan dan originalitas saling berhubungan, tetapi tidak sama. Penelitian bisa menggunakan topik yang sudah dikenal dan tetap memiliki kontribusi baru, asalkan perbedaan serta manfaatnya dapat dibuktikan.
Menemukan research gap dari penelitian terdahulu
Research gap adalah celah pengetahuan yang belum terjawab secara memadai oleh penelitian sebelumnya. Celah tersebut dapat muncul karena hasil penelitian terdahulu tidak konsisten, populasi tertentu belum banyak dikaji, metode yang digunakan masih memiliki keterbatasan, atau perubahan kondisi membuat temuan lama perlu diuji kembali.
Untuk menemukan research gap, peneliti dapat menelusuri artikel melalui Google Scholar, GARUDA, SINTA, serta basis data ilmiah lain yang relevan. Prioritaskan artikel yang berhubungan langsung dengan pertanyaan penelitian, terutama publikasi terbaru, tanpa mengabaikan teori dasar dan penelitian klasik yang masih penting.
Buat matriks literatur yang mencatat nama penulis, tahun, tujuan, metode, sampel atau sumber data, temuan utama, keterbatasan, dan relevansinya terhadap penelitian sendiri. Matriks ini membantu penulis melihat pola penelitian sekaligus menghindari klaim kebaruan yang terlalu luas.
Sebagai contoh, bayangkan beberapa penelitian sebelumnya membahas penggunaan kuis digital untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian baru tidak cukup hanya mengganti nama aplikasi jika tidak ada alasan ilmiah yang kuat. Kontribusi yang lebih jelas dapat diperoleh dengan meneliti dampak kuis digital terhadap retensi pengetahuan dalam jangka waktu tertentu, membandingkan kelompok siswa dengan karakteristik berbeda, atau menguji faktor yang menjelaskan keberhasilan penerapannya.
Menjelaskan kebaruan secara eksplisit dalam pendahuluan
Setelah menemukan celah penelitian, jelaskan posisi penelitian baru terhadap studi terdahulu. Penjelasan ini idealnya disampaikan secara logis pada bagian akhir pendahuluan, setelah penulis membangun latar belakang dan mengulas literatur yang relevan.
Penulis dapat menggunakan alur berikut:
- Apa yang sudah diketahui? Ringkas temuan utama penelitian sebelumnya.
- Apa yang belum diketahui atau belum terjawab? Jelaskan keterbatasan atau pertanyaan yang masih terbuka.
- Apa yang dilakukan penelitian ini? Sebutkan pendekatan, konteks, atau aspek yang diteliti.
- Apa kontribusinya? Terangkan pengetahuan atau bukti baru yang diharapkan diberikan.
Misalnya, penulis dapat menyampaikan bahwa penelitian terdahulu banyak mengevaluasi hasil belajar segera setelah penggunaan media digital, sedangkan penelitian yang sedang dilakukan menilai retensi pengetahuan setelah beberapa minggu. Klaim tersebut tentu hanya layak digunakan jika benar-benar didukung oleh penelusuran literatur.
Hindari menyatakan bahwa penelitian merupakan penelitian pertama di Indonesia atau dunia tanpa bukti penelusuran yang memadai. Klaim yang spesifik, terukur, dan didukung referensi jauh lebih meyakinkan daripada pernyataan kebaruan yang berlebihan.
Bedakan kontribusi teoretis dan praktis
Kontribusi teoretis berkaitan dengan pengembangan konsep, model, teori, atau penjelasan ilmiah. Adapun kontribusi praktis berhubungan dengan manfaat hasil penelitian untuk pengambilan keputusan, perbaikan kebijakan, proses pembelajaran, pengembangan produk, atau penyelesaian masalah di lapangan.
Tidak semua penelitian harus memiliki kedua jenis kontribusi dalam porsi yang sama. Penelitian pendidikan dapat memberikan bukti mengenai efektivitas metode mengajar tertentu, sedangkan penelitian sosial mungkin menawarkan penjelasan baru tentang perilaku kelompok tertentu. Yang terpenting adalah kontribusi tersebut benar-benar berasal dari hasil penelitian, bukan hanya dijanjikan dalam pendahuluan.
Penulis juga perlu memastikan bahwa data, metode, dan kesimpulan saling konsisten. Jangan menarik kesimpulan kausal jika desain penelitian hanya menunjukkan hubungan, atau membuat generalisasi luas dari sampel yang sangat terbatas. Kualitas argumen semacam ini membantu reviewer menilai kekuatan penelitian secara objektif.
4. Menggunakan Reference Manager Standar seperti Mendeley atau Zotero
Reference manager adalah perangkat lunak yang membantu peneliti menyimpan, mengelola, mengelompokkan, dan menyisipkan referensi ke dalam naskah ilmiah. Dua perangkat yang banyak digunakan adalah Mendeley dan Zotero. Keduanya dapat membantu penulis mengurangi pekerjaan administratif saat menyusun kutipan dan daftar pustaka, terutama ketika artikel menggunakan puluhan hingga ratusan sumber.
Bagi peneliti pemula, penggunaan pengelola referensi menjadi penting karena kesalahan sitasi dapat terjadi ketika semua sumber dicatat secara manual. Contohnya, nama penulis dalam teks berbeda dengan daftar pustaka, tahun publikasi tidak sesuai, judul artikel salah ketik, atau DOI tidak lengkap. Reference manager membantu menjaga konsistensi referensi, tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan manusia karena data bibliografi yang diimpor bisa saja keliru.
Mengenal Mendeley dan Zotero
Mendeley
Mendeley merupakan perangkat pengelola referensi yang membantu penulis mengatur koleksi artikel ilmiah, membaca PDF, dan menyisipkan sitasi melalui perangkat penulisan yang didukung. Pilihan ini dapat dipertimbangkan oleh peneliti yang ingin mengelola artikel PDF dalam satu alur kerja.
Situs resmi: mendeley.com
Zotero
Zotero adalah perangkat pengelola referensi yang memudahkan pengumpulan sumber dari web, pengorganisasian koleksi, pencatatan informasi bibliografi, serta penyisipan kutipan dan daftar pustaka. Perangkat ini dapat menjadi pilihan bagi peneliti yang sering menelusuri artikel, laporan, buku, dan dokumen daring.
Situs resmi: zotero.org
Kedua perangkat memiliki kelebihan masing-masing. Peneliti tidak perlu menggunakan keduanya sekaligus apabila belum memiliki kebutuhan khusus. Pilih perangkat yang nyaman digunakan, mendukung alur kerja penulisan, dan sesuai dengan kebutuhan sinkronisasi maupun kolaborasi.
Cara menggunakan reference manager untuk publikasi jurnal
Langkah awal adalah mengumpulkan referensi dari sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah menemukan artikel, impor informasi bibliografinya melalui DOI, berkas PDF, atau fitur pengambilan metadata yang tersedia. Kemudian periksa nama penulis, judul, nama jurnal, tahun terbit, volume, nomor, halaman, dan DOI jika ada.
Selanjutnya, kelompokkan referensi berdasarkan tema, misalnya teori utama, penelitian terdahulu, metode, dan hasil yang berlawanan. Pengelompokan ini membuat penulisan tinjauan pustaka lebih sistematis karena penulis dapat menelusuri kembali sumber yang relevan ketika menyusun argumen.
Saat menulis di aplikasi pengolah kata yang didukung, gunakan fitur penyisipan sitasi dari reference manager. Pilih gaya referensi yang diminta jurnal, kemudian periksa kembali hasil akhirnya. Jangan menganggap daftar pustaka otomatis pasti benar hanya karena dibuat oleh aplikasi. Referensi yang tidak memiliki metadata lengkap tetap dapat menghasilkan format yang salah.
Memenuhi kualitas referensi tanpa mengejar persentase secara membabi buta
Sebagian jurnal memberikan arahan mengenai kemutakhiran literatur, proporsi referensi dari jurnal ilmiah, atau jenis sumber yang diprioritaskan. Namun, tidak ada satu persentase referensi jurnal terbaru yang berlaku universal bagi seluruh jurnal SINTA. Ketentuan harus dibaca dari pedoman jurnal yang dituju.
Gunakan penelitian terbaru untuk menjelaskan perkembangan topik dan kondisi terkini. Sumber klasik tetap layak dipakai apabila menjadi dasar teori atau konsep yang penting. Sebaliknya, jangan memasukkan referensi hanya untuk menambah jumlah daftar pustaka apabila sumber tersebut tidak mendukung argumen penelitian.
Prioritaskan artikel yang relevan, dapat diverifikasi, dan benar-benar telah dibaca. Pastikan pula setiap sitasi sesuai dengan klaim yang didukung. Daftar pustaka yang berkualitas bukanlah daftar yang paling panjang, melainkan kumpulan sumber yang tepat, kredibel, dan digunakan secara bertanggung jawab.
5. Melakukan Similarity Check dan Menjaga Etika Publikasi
Pemeriksaan kemiripan teks atau similarity check merupakan langkah untuk mengidentifikasi bagian naskah yang memiliki kesamaan dengan sumber lain. Perangkat seperti Turnitin dapat membantu penulis menemukan kalimat atau bagian dokumen yang cocok dengan materi yang tersedia dalam basis datanya.
Pemeriksaan ini penting, tetapi perlu dipahami secara tepat. Similarity score bukan ukuran otomatis untuk menentukan apakah suatu artikel melakukan plagiarisme. Nilai kemiripan menunjukkan seberapa banyak teks yang cocok dengan sumber pembanding menurut pengaturan alat yang digunakan. Penilaian plagiarisme tetap memerlukan pemeriksaan terhadap konteks, atribusi, kutipan, dan sifat kemiripan tersebut.
Apakah similarity score harus di bawah 20 persen?
Angka kurang dari 20% sering digunakan sebagai target praktis dalam sebagian lingkungan akademik atau kebijakan jurnal tertentu. Namun, batas 20% bukan standar universal yang otomatis berlaku untuk seluruh jurnal nasional terakreditasi SINTA. Ada jurnal yang menentukan ambang berbeda, menerapkan batas kemiripan per sumber, atau memiliki prosedur pemeriksaan tersendiri.
Oleh karena itu, gunakan target yang ditetapkan oleh jurnal tujuan, bukan menganggap angka tertentu sebagai jaminan penerimaan. Bahkan jika hasil pemeriksaan menunjukkan 10%, naskah masih mungkin bermasalah apabila terdapat satu bagian penting yang disalin tanpa atribusi. Sebaliknya, kemiripan pada istilah teknis, judul referensi, atau ungkapan metodologis standar perlu diperiksa sesuai konteks.
Langkah melakukan pemeriksaan kemiripan secara bertanggung jawab
Pertama, pastikan penulis memiliki akses yang sah terhadap perangkat pemeriksaan yang digunakan, misalnya melalui institusi pendidikan atau lembaga penelitian. Jangan menggunakan layanan tidak jelas yang meminta penulis mengunggah manuskrip rahasia tanpa penjelasan mengenai penyimpanan dan penggunaan dokumen.
Kedua, jalankan pemeriksaan sesuai pengaturan yang relevan. Beberapa pengaturan dapat mengecualikan daftar pustaka, kutipan langsung, atau kecocokan pendek, tetapi penerapannya bergantung pada kebijakan lembaga dan jurnal. Jangan mengubah pengaturan hanya untuk memperoleh angka yang terlihat rendah tanpa alasan metodologis yang jelas.
Ketiga, telaah laporan kemiripan secara manual. Periksa bagian yang ditandai, identifikasi sumbernya, lalu lakukan perbaikan apabila ditemukan penyalinan yang tidak semestinya. Jika ide berasal dari penelitian orang lain, berikan sitasi yang sesuai. Jika kalimat perlu dikutip secara langsung, gunakan format kutipan yang benar sesuai ketentuan bidang ilmu dan jurnal.
Keempat, lakukan pemeriksaan akhir setelah revisi. Tujuannya bukan sekadar menurunkan persentase, melainkan memastikan setiap gagasan, data, kutipan, dan hasil penelitian pihak lain diakui secara tepat.
Hindari plagiarisme dan pelanggaran etika lainnya
Plagiarisme dapat berupa penyalinan kata-kata, gagasan, data, atau struktur argumentasi milik orang lain tanpa pengakuan yang memadai. Praktik lain yang perlu dihindari adalah self-plagiarism, yaitu penggunaan kembali materi karya sendiri secara tidak semestinya tanpa pengungkapan atau sitasi ketika diperlukan.
Penulis juga harus menghindari fabrikasi data, manipulasi hasil, pencantuman nama penulis yang tidak berkontribusi secara layak, serta pengiriman manuskrip yang sama secara bersamaan ke beberapa jurnal. Pedoman etika publikasi dari Elsevier menekankan originalitas, atribusi sumber, transparansi kepengarangan, dan pencegahan publikasi ganda. COPE juga menyatakan bahwa pengiriman naskah yang sama ke beberapa jurnal secara bersamaan merupakan praktik yang tidak etis.
Dalam penelitian yang melibatkan manusia atau hewan, periksa pula persyaratan persetujuan etik dan perlindungan data sesuai jenis penelitian dan kebijakan yang berlaku. Jika menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu penulisan atau analisis, ikuti kebijakan jurnal terkait pengungkapan penggunaannya. Penulis tetap bertanggung jawab atas akurasi, keaslian, dan integritas seluruh isi naskah.
Tujuan pemeriksaan kemiripan adalah memperbaiki kualitas dan integritas tulisan, bukan mencari cara untuk mengakali perangkat pendeteksi. Pendekatan ini akan lebih bermanfaat untuk membangun reputasi akademik dalam jangka panjang.
6. Memberikan Respons Profesional terhadap Reviewer dengan Matrix Response to Reviewer
Strategi keenam adalah mempersiapkan diri menghadapi proses penelaahan oleh reviewer atau mitra bestari. Peer review merupakan proses ketika ahli di bidang terkait mengevaluasi naskah untuk menilai kualitas ilmiah, ketepatan metode, kekuatan bukti, relevansi, dan kontribusinya terhadap bidang ilmu. Hasil penelaahan membantu editor mengambil keputusan, seperti menerima artikel, meminta revisi, atau menolak naskah.
Bagi peneliti pemula, menerima komentar reviewer terkadang terasa menantang, terutama ketika ada kritik terhadap metode, analisis, atau interpretasi hasil. Namun, komentar reviewer sebaiknya dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki naskah, bukan sebagai serangan pribadi terhadap penulis. Respons yang profesional menunjukkan bahwa penulis mampu mempertanggungjawabkan keputusan ilmiah dan terbuka terhadap evaluasi.
Memahami jenis keputusan editor
Setelah naskah dikirimkan, editor biasanya melakukan pemeriksaan awal untuk menilai kesesuaian artikel dengan ruang lingkup jurnal, kelengkapan persyaratan, dan kelayakan naskah untuk ditelaah lebih lanjut. Jika lolos tahap tersebut, artikel dapat diteruskan kepada reviewer yang memiliki keahlian sesuai bidang penelitian.
Keputusan editor dapat berbeda antarjurnal, tetapi secara umum meliputi beberapa kemungkinan berikut.
- Accept: artikel diterima, meskipun masih mungkin memerlukan penyuntingan akhir.
- Minor revision: penulis diminta melakukan perbaikan terbatas, seperti memperjelas argumen, memperbaiki referensi, atau menambahkan penjelasan tertentu.
- Major revision: penulis perlu melakukan perbaikan substantif, misalnya memperdalam analisis, menjelaskan metode, atau memperkuat pembahasan.
- Reject: artikel tidak diterima untuk diterbitkan di jurnal tersebut.
Istilah dan prosedur setiap jurnal dapat berbeda. Revisi besar juga tidak menjamin artikel akan diterima setelah perbaikan. Hal terpenting adalah membaca keputusan editor secara cermat dan memahami seluruh persyaratan yang diberikan sebelum menyusun revisi.
Apa itu Matrix Response to Reviewer?
Matrix Response to Reviewer adalah tabel yang digunakan untuk mendokumentasikan setiap komentar reviewer, respons penulis, perubahan yang dilakukan, dan lokasi perubahan dalam naskah. Tabel ini mempermudah editor memeriksa apakah seluruh masukan telah ditangani secara sistematis.
Berikut contoh format yang dapat digunakan.
| No. | Komentar reviewer | Respons penulis | Perbaikan dalam naskah |
|---|---|---|---|
| 1 | Research gap belum dijelaskan dengan jelas | Terima kasih atas masukan tersebut. Kami telah memperjelas kesenjangan penelitian berdasarkan literatur yang relevan. | Pendahuluan, paragraf 4–5 |
| 2 | Penjelasan metode pengambilan sampel belum lengkap | Kami telah menambahkan kriteria pemilihan sampel, jumlah partisipan, dan alasan pemilihan metode tersebut. | Metode, subbagian 2.2 |
| 3 | Pembahasan belum membandingkan temuan dengan penelitian terdahulu | Kami telah menambahkan perbandingan dengan penelitian terdahulu serta menjelaskan persamaan dan perbedaan hasil. | Pembahasan, paragraf 3–5 |
| 4 | Referensi tertentu perlu diperbarui | Kami telah meninjau literatur terbaru yang relevan dan menambahkan sumber yang mendukung pembahasan. | Pendahuluan dan daftar pustaka |
Tabel di atas merupakan contoh format. Isi respons dan lokasi perubahan harus disesuaikan dengan komentar reviewer yang benar-benar diterima.
Cara menjawab komentar reviewer secara efektif
Mulailah dengan membaca seluruh komentar, lalu kelompokkan berdasarkan topik, seperti substansi teori, metode, analisis, bahasa, dan format. Dengan cara ini, penulis dapat menentukan prioritas perbaikan dan menghindari perubahan yang tidak konsisten antarbab.
Selanjutnya, jawab setiap komentar secara terpisah. Ucapkan terima kasih secara wajar, jelaskan tindakan yang diambil, lalu sebutkan bagian naskah yang diubah. Jika memungkinkan, cantumkan nomor halaman, paragraf, atau baris sesuai versi naskah revisi.
Contohnya, jika reviewer menyatakan bahwa alasan pemilihan metode belum jelas, penulis dapat menjelaskan mengapa metode tersebut sesuai dengan pertanyaan penelitian, menambahkan referensi metodologis yang relevan, serta memperjelas prosedur analisis. Respons yang kuat tidak cukup hanya mengatakan bahwa naskah telah diperbaiki; penulis perlu menunjukkan apa yang diubah dan bagaimana perubahan tersebut menjawab komentar.
Bagaimana jika tidak setuju dengan reviewer?
Penulis tidak harus menyetujui semua komentar secara otomatis. Apabila terdapat masukan yang tidak sesuai dengan data, desain penelitian, atau ruang lingkup studi, penulis dapat menyampaikan keberatan secara santun dengan argumentasi yang didukung bukti.
Misalnya, reviewer meminta kesimpulan yang lebih luas, sedangkan desain penelitian hanya mendukung kesimpulan pada populasi tertentu. Penulis dapat menjelaskan keterbatasan desain tersebut dan mempertahankan kesimpulan yang lebih proporsional. Jika memungkinkan, tambahkan klarifikasi dalam naskah agar pembaca memahami alasan keputusan tersebut.
Hindari respons yang defensif, menyalahkan reviewer, atau menggunakan bahasa emosional. Panduan penelaahan ilmiah Elsevier menekankan pentingnya komentar yang konstruktif, beralasan, dan disampaikan secara sopan.
Mengelola waktu dan dokumen revisi
Periksa tenggat waktu revisi yang diberikan editor. Jika waktu yang tersedia tidak mencukupi, hubungi editor dengan sopan untuk menanyakan kemungkinan perpanjangan sebelum tenggat terlewati. Jangan menunggu hingga batas waktu berakhir tanpa memberikan kabar.
Simpan versi awal naskah, versi revisi, dan dokumen tanggapan reviewer secara terpisah. Gunakan penamaan berkas yang jelas agar tidak terjadi kesalahan saat mengunggah dokumen ke sistem OJS. Jika jurnal meminta tracked changes atau naskah dengan perubahan yang ditandai, ikuti ketentuan tersebut.
Sebelum mengirimkan kembali naskah, pastikan setiap komentar telah dijawab, perubahan pada tabel respons sesuai dengan isi naskah, dan semua dokumen tambahan telah diperbarui. Revisi yang sistematis, transparan, dan tepat waktu membantu editor mengevaluasi perbaikan tanpa harus menebak-nebak perubahan yang dilakukan penulis.
Menentukan Prioritas Strategi Publikasi Jurnal SINTA
Keenam strategi di atas saling berhubungan dan sebaiknya diterapkan sebagai satu rangkaian proses. Pemilihan jurnal menentukan arah penyesuaian naskah, kebaruan memperkuat kontribusi ilmiah, reference manager membantu menjaga konsistensi referensi, pemeriksaan kemiripan mendukung integritas akademik, sedangkan respons reviewer diperlukan untuk menyempurnakan naskah setelah proses penelaahan.
Berikut tabel perbandingan untuk membantu peneliti pemula menentukan prioritas pelaksanaan.
| Strategi | Tujuan utama | Waktu penerapan | Alat atau dokumen pendukung | Prioritas |
|---|---|---|---|---|
| Pemilihan jurnal sesuai focus and scope | Menghindari ketidaksesuaian topik dan salah memilih target publikasi | Sejak perencanaan publikasi | Portal SINTA, situs jurnal, artikel terdahulu | Sangat tinggi |
| Kepatuhan terhadap author guidelines | Memastikan naskah memenuhi persyaratan teknis dan struktur jurnal | Sejak penyusunan draf hingga pengiriman | Template, pedoman penulis, checklist | Sangat tinggi |
| Kebaruan dan originalitas riset | Menunjukkan kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan | Sejak perencanaan riset hingga pendahuluan dan pembahasan | Matriks literatur, Google Scholar, GARUDA, basis data ilmiah | Sangat tinggi |
| Penggunaan reference manager | Mengelola sumber dan menjaga konsistensi sitasi | Sejak kajian literatur hingga finalisasi naskah | Mendeley atau Zotero | Tinggi |
| Similarity check dan etika publikasi | Menemukan kemiripan yang perlu diperiksa dan mencegah pelanggaran etika | Sebelum pengiriman dan ketika revisi diperlukan | Turnitin atau perangkat yang diakui institusi/jurnal | Sangat tinggi |
| Matrix Response to Reviewer | Menjawab masukan reviewer dan mendokumentasikan perubahan | Setelah menerima keputusan revisi | Tabel respons, dokumen revisi, sistem OJS | Sangat tinggi setelah review |
Bagi peneliti pemula, langkah paling realistis adalah memulai dari pemetaan jurnal dan penguatan kebaruan, kemudian menyusun artikel menggunakan template jurnal yang dituju. Pada saat yang sama, kelola referensi secara teratur agar penulisan tidak menumpuk di akhir. Sebelum mengirimkan naskah, lakukan pemeriksaan teknis, sitasi, kemiripan, dan kelengkapan etika secara menyeluruh.
Tidak perlu langsung mengejar jurnal dengan peringkat tertinggi jika kesiapan naskah belum memadai. Sebaliknya, jangan pula memilih jurnal hanya karena diperkirakan lebih mudah menerima artikel. Target yang baik adalah jurnal yang kredibel, sesuai dengan bidang penelitian, memiliki status akreditasi yang terverifikasi, dan relevan dengan kontribusi yang ditawarkan.
Pada akhirnya, keberhasilan publikasi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan memenuhi persyaratan administratif, melainkan juga oleh kualitas proses penelitian dan integritas penulis. Penolakan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki artikel, sedangkan revisi merupakan bagian normal dari komunikasi ilmiah. Dengan pendekatan yang terencana, peneliti pemula dapat membangun keterampilan publikasi secara bertahap dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Referensi dan sumber untuk pemahanan lebih dalam
- Portal resmi SINTA Kemdiktisaintek — pencarian informasi jurnal dan kinerja publikasi.
- FAQ resmi SINTA — penjelasan mengenai sistem peringkat akreditasi jurnal.
- Elsevier: Policies and Guidelines for Authors — prinsip originalitas, kepengarangan, dan etika penerbitan.
- Elsevier: Guide for Authors — panduan umum tentang persiapan naskah, pengiriman, dan penelaahan.
- COPE: Handling Concurrent and Duplicate Submissions — panduan etika terkait pengiriman naskah secara bersamaan dan publikasi duplikat.
- Publication Ethics — PubMed Central — pembahasan mengenai plagiarisme dan pentingnya meninjau laporan kemiripan secara manual.



