Memilih jurnal ilmiah yang tepat merupakan salah satu tahapan penting dalam proses publikasi akademik. Bagi mahasiswa, publikasi pada jurnal terakreditasi dapat mendukung persyaratan akademik tertentu, seperti tugas akhir atau ketentuan kelulusan yang berlaku di perguruan tinggi. Sementara itu, bagi dosen dan peneliti, publikasi ilmiah berperan dalam penyebarluasan hasil penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemenuhan kebutuhan penilaian kinerja akademik. Oleh karena itu, memahami cara memeriksa akreditasi jurnal sebelum mengirimkan naskah menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
Salah satu cara untuk memeriksa status akreditasi jurnal nasional adalah melalui portal Science and Technology Index (SINTA). Platform ini menyediakan informasi mengenai jurnal ilmiah, peringkat akreditasi, identitas penerbit, serta berbagai indikator bibliometrik. Namun, penulis tidak cukup hanya melihat label SINTA pada situs jurnal. Status akreditasi, nomor ISSN, periode keberlakuan, dan kesesuaian bidang penelitian juga perlu diperiksa agar keputusan publikasi didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Table of Contents
ToggleApa Itu SINTA dan Apa Fungsinya?
SINTA merupakan singkatan dari Science and Technology Index, yaitu platform informasi yang digunakan untuk memetakan publikasi ilmiah, sitasi, produktivitas akademik, dan jurnal ilmiah di Indonesia.
Portal resmi SINTA dapat diakses melalui alamat berikut:
Portal SINTA: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
SINTA membantu mahasiswa, dosen, peneliti, dan pengelola jurnal menemukan informasi mengenai publikasi ilmiah. Melalui daftar jurnal, pengguna dapat menelusuri nama jurnal, identitas penerbit, ISSN, bidang ilmu, peringkat akreditasi, serta indikator sitasi yang tersedia.
Pengelolaan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi pada Oktober 2026 berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Oleh karena itu, informasi kelembagaan terbaru sebaiknya merujuk pada portal resmi kementerian tersebut, bukan semata-mata menggunakan nama kementerian dari periode sebelumnya.
Hubungan SINTA dengan ARJUNA
SINTA dan ARJUNA memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi tidak sama.
ARJUNA merupakan singkatan dari Akreditasi Jurnal Nasional. Sistem ini digunakan dalam proses pengajuan, verifikasi, penilaian, dan pengumuman hasil akreditasi jurnal ilmiah. Sementara itu, SINTA menyediakan informasi jurnal beserta status dan peringkat yang tercatat dalam sistemnya.
Secara sederhana, pengelola jurnal mengajukan akreditasi melalui ARJUNA, kemudian hasil akreditasi yang telah ditetapkan menjadi dasar informasi peringkat jurnal yang ditampilkan pada SINTA. Karena itu, kedua portal tersebut dapat digunakan sebagai sumber pemeriksaan yang saling melengkapi.
Portal resmi yang dapat digunakan adalah:
Mengenal Peringkat Akreditasi Jurnal SINTA 1–6
Peringkat SINTA secara historis dikenal dalam enam kategori, yaitu SINTA 1 hingga SINTA 6. Dalam skema sebelumnya, kategori tersebut berhubungan dengan hasil penilaian akreditasi jurnal berdasarkan rentang nilai tertentu.
Namun, pada 2026 terdapat perubahan regulasi yang perlu diperhatikan. Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah menjadi salah satu rujukan terbaru dalam pelaksanaan akreditasi. Ketentuan teknisnya juga dijabarkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026.
Karena itu, tabel berikut menjelaskan makna historis peringkat SINTA 1–6, bukan menyatakan bahwa seluruh kategori tersebut masih menjadi skema baru untuk setiap proses akreditasi pada 2026.
| Peringkat | Rentang nilai pada skema sebelumnya | Penjelasan singkat |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 85–100 | Peringkat akreditasi tertinggi dalam skema enam peringkat. |
| SINTA 2 | 70 hingga kurang dari 85 | Peringkat akreditasi kedua dalam skema sebelumnya. |
| SINTA 3 | 60 hingga kurang dari 70 | Peringkat akreditasi ketiga. |
| SINTA 4 | 50 hingga kurang dari 60 | Peringkat akreditasi keempat. |
| SINTA 5 | 40 hingga kurang dari 50 | Peringkat akreditasi kelima. |
| SINTA 6 | 30 hingga kurang dari 40 | Peringkat akreditasi keenam dalam skema sebelumnya. |
Rentang nilai tersebut merujuk pada skema enam peringkat yang dikenal dalam regulasi sebelumnya. Jangan menggunakannya sebagai instrumen untuk menghitung sendiri peringkat jurnal berdasarkan aturan terbaru.
Pada masa peralihan regulasi, jurnal yang telah memperoleh akreditasi berdasarkan ketentuan terdahulu perlu diperiksa berdasarkan keputusan akreditasi dan masa berlakunya. Dengan demikian, keberadaan label SINTA 5 atau SINTA 6 tidak boleh langsung dianggap tidak sah hanya karena terdapat perubahan aturan.
Cara Cek Akreditasi Jurnal Ilmiah di Portal SINTA
Pemeriksaan akreditasi sebaiknya dilakukan langsung melalui portal resmi. Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memulai penelusuran jurnal.
1. Buka Portal Resmi SINTA
Pastikan alamat yang dibuka benar-benar merupakan domain resmi SINTA. Hindari menggunakan situs pihak ketiga sebagai satu-satunya rujukan karena informasi yang ditampilkan mungkin tidak diperbarui mengikuti perubahan data akreditasi.
Untuk mempercepat pemeriksaan, Anda juga dapat membuka halaman daftar jurnal secara langsung melalui alamat:
Halaman tersebut menampilkan daftar jurnal yang dapat ditelusuri berdasarkan informasi yang tersedia dalam sistem.
Rekomendasi gambar pendukung 1: Gunakan tangkapan layar halaman daftar jurnal pada portal SINTA resmi. Pastikan gambar diambil langsung dari portal dan tidak mengubah informasi peringkat yang ditampilkan.
Alt text: Tangkapan layar halaman daftar jurnal ilmiah pada portal resmi SINTA Kemdiktisaintek.
2. Buka Bagian Daftar Jurnal

Pada halaman utama, cari bagian yang berkaitan dengan sumber publikasi atau jurnal. Pada tampilan portal yang menyediakan navigasi tersebut, daftar jurnal dapat ditemukan melalui menu Sources, kemudian memilih Journals.
Jika Anda membuka alamat daftar jurnal secara langsung, langkah ini dapat dilewati karena halaman yang dituju sudah menampilkan daftar jurnal.
Perlu diperhatikan bahwa tampilan antarmuka dapat berubah mengikuti pembaruan sistem. Karena itu, gunakan nama menu yang benar-benar terlihat pada portal ketika melakukan pemeriksaan, bukan mengikuti petunjuk lama yang mungkin sudah tidak sesuai.
3. Cari Jurnal Berdasarkan Nama atau ISSN
Setelah daftar jurnal terbuka, gunakan kolom pencarian yang tersedia untuk menemukan jurnal yang ingin diperiksa.
Pencarian dapat dimulai menggunakan nama jurnal. Apabila hasilnya tidak sesuai atau terdapat beberapa jurnal dengan nama mirip, gunakan nomor ISSN sebagai pembanding.
ISSN merupakan nomor identifikasi publikasi berkala. Jurnal versi cetak dapat memiliki P-ISSN, sedangkan jurnal versi elektronik dapat memiliki E-ISSN.
Sebagai contoh, jika Anda memperoleh informasi jurnal dari dosen atau menemukan jurnal melalui mesin pencari, catat terlebih dahulu nama jurnal dan ISSN-nya. Selanjutnya, cocokkan informasi tersebut dengan hasil pencarian pada SINTA.
Jangan langsung memilih hasil pertama tanpa memeriksa identitas jurnal karena kesamaan nama tidak selalu menunjukkan bahwa dua halaman merujuk pada penerbitan yang sama.
4. Periksa Identitas dan Profil Jurnal
Setelah menemukan hasil pencarian yang sesuai, buka profil jurnal untuk melihat informasi yang tersedia.
Beberapa informasi yang perlu diperhatikan meliputi:
- Nama lengkap jurnal.
- P-ISSN dan E-ISSN.
- Nama penerbit atau institusi pengelola.
- Bidang ilmu atau subject area.
- Tautan menuju situs resmi jurnal.
- Informasi peringkat dan indeksasi yang ditampilkan.
Pastikan data tersebut sesuai dengan jurnal yang akan Anda gunakan untuk publikasi.
Misalnya, apabila penelitian Anda membahas pendidikan, jurnal yang dipilih sebaiknya memiliki cakupan bidang pendidikan atau menerima naskah lintas disiplin yang relevan. Jurnal dengan peringkat tinggi belum tentu cocok jika ruang lingkupnya berbeda dari penelitian Anda.
5. Periksa Peringkat Akreditasi yang Tercantum
Pada daftar atau profil jurnal, perhatikan label peringkat yang ditampilkan, seperti S1, S2, dan kategori lainnya yang masih tercatat dalam sistem.
Jangan menyamakan label peringkat akreditasi dengan angka Impact, H5-index, atau jumlah sitasi yang mungkin muncul pada halaman yang sama.
Peringkat akreditasi menunjukkan hasil penilaian jurnal berdasarkan ketentuan akreditasi yang berlaku, sedangkan indikator bibliometrik memberikan gambaran tertentu mengenai sitasi dan pengaruh publikasi.
Apabila jurnal menampilkan peringkat lama, jangan langsung menyimpulkan bahwa jurnal tersebut tidak berlaku. Lanjutkan dengan memeriksa keputusan akreditasi, periode berlaku, dan ketentuan peralihan regulasi.
6. Verifikasi Masa Berlaku Akreditasi
Langkah ini sangat penting karena informasi peringkat saja belum cukup untuk memastikan status akreditasi pada periode tertentu.
Periksa apakah profil jurnal menyediakan informasi mengenai periode akreditasi. Jika tanggal atau periode keberlakuan tidak ditampilkan secara jelas, cari keputusan atau sertifikat akreditasi yang diterbitkan melalui proses resmi.
Catat beberapa informasi berikut:
- Nomor keputusan akreditasi.
- Tanggal penerbitan keputusan.
- Peringkat yang ditetapkan.
- Volume dan nomor jurnal yang tercakup dalam keputusan.
- Periode berlakunya akreditasi.
- Informasi akreditasi ulang apabila tersedia.
Perhatikan bahwa periode akreditasi dapat dinyatakan berdasarkan volume dan nomor terbitan, bukan hanya tanggal kalender. Oleh sebab itu, jangan menghitung masa berlaku secara mandiri tanpa membaca keputusan yang menjadi dasar penetapannya.
7. Lakukan Verifikasi Silang Melalui ARJUNA
Apabila informasi di SINTA belum jelas, lanjutkan pemeriksaan melalui portal ARJUNA.
Buka https://arjuna.kemdiktisaintek.go.id/ dan telusuri informasi pengumuman atau dokumen resmi yang relevan dengan akreditasi jurnal tersebut.
ARJUNA menyediakan informasi mengenai mekanisme akreditasi, pengumuman hasil penilaian, dan proses penerbitan sertifikat bagi pengelola jurnal.
Untuk jurnal tertentu, Anda juga dapat memeriksa pengumuman hasil akreditasi dari kementerian atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Cocokkan nama jurnal, ISSN, nomor keputusan, peringkat, dan cakupan volume yang dinilai.
Jika masih terdapat perbedaan informasi, mintalah klarifikasi kepada pengelola jurnal atau pihak resmi yang menangani akreditasi.
Cara Mengetahui Jurnal Masih Terakreditasi atau Tidak
Setelah melakukan pencarian, jangan berhenti pada label peringkat. Ada beberapa kondisi yang perlu dibedakan agar status jurnal tidak salah ditafsirkan.
Jurnal Masih Memiliki Akreditasi Berlaku
Jurnal dapat dinyatakan memiliki akreditasi yang masih berlaku apabila statusnya didukung keputusan resmi dan periode keberlakuannya belum berakhir.
Cocokkan periode tersebut dengan volume dan nomor terbitan yang akan menjadi tempat publikasi artikel Anda. Periksa pula ketentuan peralihan jika keputusan akreditasinya diterbitkan sebelum regulasi terbaru berlaku.
Jurnal Mengalami Perubahan Peringkat
Peringkat jurnal dapat berubah setelah proses akreditasi ulang atau evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika terdapat perbedaan peringkat antara situs jurnal dan SINTA, cari keputusan akreditasi yang paling relevan. Periksa tanggal penetapan serta cakupan volume dan nomor terbitan agar Anda tidak menggunakan informasi yang sudah tidak sesuai.
Jangan berasumsi bahwa peringkat terbaru otomatis berlaku surut untuk seluruh edisi sebelumnya. Gunakan keputusan resmi untuk mengetahui cakupan penerapannya.
Masa Akreditasi Telah Berakhir
Jika periode akreditasi sudah berakhir, jangan langsung menganggap jurnal masih memiliki status terakreditasi yang sama seperti sebelumnya.
Periksa apakah sudah ada keputusan akreditasi ulang, perubahan peringkat, atau ketentuan khusus yang memengaruhi status jurnal. Jika tidak ditemukan informasi yang memadai, mintalah konfirmasi kepada pengelola jurnal atau pihak berwenang.
Status indeksasi yang masih terlihat pada suatu portal juga tidak selalu membuktikan bahwa akreditasi masih berlaku untuk semua volume terbaru.
Perbedaan Peringkat Akreditasi dan Metrik Sitasi
Portal SINTA menampilkan informasi akreditasi sekaligus indikator bibliometrik. Kedua jenis informasi ini memiliki fungsi berbeda.
Peringkat akreditasi berkaitan dengan hasil penilaian terhadap jurnal berdasarkan ketentuan dan instrumen akreditasi. Penilaian tersebut tidak hanya berhubungan dengan jumlah sitasi, tetapi juga mencakup aspek pengelolaan dan mutu jurnal sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, metrik sitasi dan bibliometrik digunakan untuk menggambarkan karakteristik tertentu dari publikasi ilmiah. Contohnya meliputi jumlah sitasi, H5-index, dan indikator dampak yang disediakan oleh sistem.
| Indikator | Fungsi utama | Hal yang perlu dipahami |
|---|---|---|
| Peringkat SINTA | Menunjukkan kategori akreditasi yang tercatat | Perlu diperiksa bersama keputusan dan masa berlakunya. |
| Jumlah sitasi | Menunjukkan jumlah kutipan yang tercatat | Angka dapat berubah mengikuti pembaruan data. |
| H5-index | Menggambarkan produktivitas dan sitasi publikasi dalam periode tertentu | Bukan pengganti keputusan akreditasi. |
| Impact atau indikator dampak | Menampilkan ukuran bibliometrik sesuai definisi sistem | Perlu dibaca berdasarkan metode dan sumber datanya. |
Jurnal dengan sitasi tinggi tidak otomatis memiliki peringkat akreditasi tertentu. Sebaliknya, jumlah sitasi yang relatif rendah tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa jurnal tidak terakreditasi.
Hal yang Wajib Diperiksa Sebelum Memilih Jurnal
Selain peringkat, ada beberapa aspek yang perlu diperiksa sebelum mengirimkan naskah.
Identitas dan ISSN
Pastikan ISSN pada SINTA sesuai dengan informasi pada situs resmi jurnal. Periksa juga apakah jurnal menerbitkan versi cetak, versi elektronik, atau keduanya.
Penerbit dan Situs Resmi
Pastikan nama penerbit dan tautan situs jurnal sesuai dengan data yang tercantum pada profil SINTA. Berhati-hatilah terhadap situs yang meniru nama jurnal lain atau menggunakan identitas penerbit tanpa kejelasan.
Cakupan Bidang Ilmu
Baca bagian Focus and Scope atau ruang lingkup jurnal. Pilih jurnal yang sesuai dengan topik, metode, dan karakter penelitian Anda.
Kebijakan Publikasi
Pelajari kebijakan peer review, etika publikasi, biaya publikasi, jadwal penerbitan, dan ketentuan pengiriman naskah. Informasi tersebut sebaiknya dijelaskan secara transparan oleh pengelola jurnal.
Hindari jurnal yang menjanjikan penerimaan naskah secara otomatis tanpa proses penilaian yang wajar atau tidak memberikan informasi memadai mengenai pengelolanya.
Kesalahan Umum Saat Memeriksa Akreditasi Jurnal
Beberapa kesalahan berikut sering terjadi ketika mahasiswa atau peneliti mencari jurnal untuk publikasi.
Pertama, hanya mengandalkan klaim pada situs jurnal. Logo SINTA atau tulisan peringkat tertentu bukan pengganti verifikasi melalui portal resmi dan keputusan akreditasi.
Kedua, tidak mencocokkan ISSN. Dua jurnal dapat memiliki nama yang mirip. Karena itu, cocokkan ISSN dan identitas penerbit sebelum menentukan jurnal tujuan.
Ketiga, mengabaikan masa berlaku. Informasi peringkat yang pernah benar belum tentu menggambarkan status akreditasi untuk semua periode penerbitan.
Keempat, menyamakan sitasi dengan akreditasi. Jumlah sitasi dan H5-index tidak dapat digunakan sebagai bukti tunggal bahwa jurnal memiliki peringkat akreditasi tertentu.
Kelima, menggunakan informasi dari artikel lama tanpa verifikasi ulang. Perubahan kebijakan dan pembaruan sistem dapat membuat petunjuk lama tidak lagi sesuai.
Keenam, tidak memeriksa kecocokan bidang penelitian. Jurnal yang memiliki akreditasi resmi belum tentu menerima naskah dari semua disiplin ilmu.
Untuk menghindari kesalahan tersebut, gunakan SINTA sebagai titik awal pencarian, ARJUNA dan keputusan resmi sebagai sarana verifikasi tambahan, serta situs penerbit sebagai sumber informasi mengenai kebijakan pengiriman naskah.


