Publikasi di jurnal SINTA 2 menjadi salah satu target banyak dosen karena dapat memperkuat rekam jejak akademik, mendukung luaran penelitian, serta menunjang pengembangan karier. Namun, artikel yang secara isi sudah baik belum tentu langsung diterima jika topiknya kurang sesuai dengan scope jurnal, novelty belum terlihat, metode kurang kuat, atau penulis tidak mengikuti template dan gaya selingkung yang diminta.
Karena itu, “cepat tembus” sebaiknya dipahami sebagai upaya memperkecil risiko desk rejection dan revisi berulang. Strateginya bukan menulis terburu-buru, tetapi menyiapkan naskah sejak awal sesuai karakter jurnal tujuan, memperjelas kontribusi penelitian, dan memastikan setiap bagian artikel benar-benar memenuhi standar ilmiah yang diharapkan.
Table of Contents
ToggleApa yang Membuat Artikel Lebih Berpeluang Diterima Jurnal SINTA 2?
Peluang artikel diterima tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Editor dan reviewer biasanya melihat kesesuaian topik dengan fokus jurnal, kebaruan penelitian, kekuatan metode, kualitas analisis, kedalaman pembahasan, serta relevansi referensi yang digunakan. Artikel juga perlu menunjukkan dengan jelas apa kontribusi baru yang diberikan dibandingkan penelitian sebelumnya.
Selain substansi, aspek teknis juga sangat menentukan. Naskah yang tidak mengikuti template, gaya sitasi, batas kata, format tabel, atau ketentuan submission bisa tertahan sejak tahap awal. Karena itu, artikel yang paling berpeluang bukan hanya yang memiliki penelitian bagus, tetapi juga yang tepat sasaran, rapi secara akademik, dan sejak awal ditulis sesuai jurnal tujuan.
5 Cara Dosen Menulis Artikel Ilmiah agar Cepat Tembus Jurnal SINTA 2
Agar proses publikasi lebih efisien, dosen sebaiknya tidak hanya fokus pada isi penelitian. Strategi penulisan, pemilihan jurnal, dan kesiapan naskah sebelum submission juga sangat menentukan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Tentukan Jurnal Target Sebelum Menulis
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menyelesaikan artikel terlebih dahulu, kemudian baru mencari jurnal yang cocok. Cara ini dapat membuat penulis harus mengubah banyak bagian karena setiap jurnal memiliki fokus, template, gaya sitasi, dan karakter artikel yang berbeda.
Sebelum mulai menulis, pilih beberapa jurnal SINTA 2 yang paling sesuai dengan bidang penelitian. Periksa aims and scope, artikel yang terbit dalam beberapa edisi terakhir, template, frekuensi penerbitan, serta ketentuan submission. Dengan begitu, sejak awal struktur dan gaya naskah sudah lebih dekat dengan standar jurnal tujuan.
2. Perjelas Research Gap dan Novelty
Reviewer perlu mengetahui alasan penelitian tersebut layak dipublikasikan. Karena itu, pendahuluan jangan hanya berisi kumpulan teori atau hasil penelitian terdahulu. Penulis perlu menunjukkan masalah yang belum terjawab dan posisi penelitian yang sedang dilakukan.
Alurnya dapat dibuat dari apa yang sudah diketahui, kemudian keterbatasan penelitian sebelumnya, masalah yang masih belum terjawab, hingga kontribusi penelitian Anda. Novelty tidak selalu harus berupa penemuan yang benar-benar baru. Pendekatan, objek, metode, model, variabel, atau konteks berbeda juga dapat menjadi kontribusi selama dijelaskan secara kuat.
3. Buat Metode Penelitian yang Jelas dan Dapat Dipertanggungjawabkan
Metode merupakan salah satu bagian yang sering menjadi perhatian reviewer karena berkaitan langsung dengan validitas hasil penelitian. Jelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengambilan data, instrumen, prosedur penelitian, hingga metode analisis dengan cukup rinci.
Hindari penjelasan metode yang terlalu umum seperti hanya menuliskan “menggunakan pendekatan kuantitatif” tanpa menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan. Reviewer perlu memahami apakah metode yang dipilih memang mampu menjawab tujuan penelitian dan apakah prosedurnya dapat ditelusuri atau direplikasi oleh peneliti lain.
4. Buat Pembahasan yang Menjawab “Mengapa”, Bukan Hanya Mengulang Hasil
Bagian pembahasan sebaiknya menjadi tempat penulis menunjukkan kemampuan analisis. Jangan hanya mengulang angka dalam tabel atau menuliskan kembali hasil penelitian dengan kalimat berbeda.
Jelaskan mengapa hasil tersebut dapat terjadi, bagaimana hubungannya dengan teori, apakah sejalan atau berbeda dengan penelitian terdahulu, serta apa implikasinya. Pembahasan yang baik juga menunjukkan posisi hasil penelitian terhadap literatur yang sudah ada sehingga kontribusinya terlihat lebih jelas.
Sebagai contoh, jangan berhenti pada kalimat bahwa suatu variabel memiliki pengaruh signifikan. Jelaskan faktor yang mungkin menyebabkan hubungan tersebut, bandingkan dengan hasil penelitian lain, lalu uraikan dampaknya secara teoritis maupun praktis.
5. Lakukan Self-Review Ketat Sebelum Submit
Sebelum menekan tombol submit di OJS, baca kembali artikel seolah Anda adalah editor jurnal. Periksa tidak hanya kesalahan penulisan, tetapi juga konsistensi keseluruhan naskah.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Judul sesuai dengan isi penelitian.
- Abstrak sudah memuat tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan.
- Research gap dan novelty terlihat jelas.
- Metode cukup rinci dan konsisten dengan hasil.
- Pembahasan menggunakan referensi yang relevan dan relatif mutakhir.
- Sitasi serta daftar pustaka mengikuti gaya jurnal.
- Tabel dan gambar benar-benar diperlukan.
- Template jurnal telah diikuti dengan tepat.
- Bahasa sudah diperiksa kembali.
- Seluruh dokumen tambahan yang diminta jurnal sudah lengkap.
Self-review yang serius dapat mengurangi kesalahan sederhana yang sebenarnya bisa menyebabkan naskah dikembalikan sebelum masuk ke tahap peer review. Semakin sedikit masalah teknis dan substansial pada submission pertama, semakin efisien pula proses publikasinya.
Tips Memilih Jurnal SINTA 2 agar Proses Publikasi Lebih Efisien

Setelah naskah siap, langkah berikutnya adalah memilih jurnal yang benar-benar sesuai. Jangan hanya melihat label SINTA 2, tetapi periksa juga apakah topik penelitian Anda sejalan dengan fokus jurnal tersebut. Artikel yang bagus sekalipun bisa mengalami desk rejection jika tidak sesuai dengan scope.
Beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum submit antara lain:
- Cek status akreditasi jurnal melalui laman resmi SINTA.
- Pastikan masa berlaku akreditasinya masih aktif.
- Baca aims and scope jurnal dengan teliti.
- Pelajari artikel yang terbit dalam beberapa edisi terbaru.
- Periksa frekuensi terbit dan konsistensi penerbitannya.
- Baca author guidelines dan template sampai detail teknis.
- Cek gaya sitasi serta format daftar pustaka yang digunakan.
- Perhatikan informasi biaya publikasi atau APC jika ada.
- Lihat apakah jurnal menyediakan informasi mengenai alur dan estimasi proses review.
Jika beberapa jurnal sama-sama relevan, prioritaskan jurnal yang sudah sering memuat topik sejenis dengan penelitian Anda. Hal ini menunjukkan bahwa tema tersebut memang masuk dalam cakupan pembahasannya. Hindari pula jurnal yang menjanjikan artikel pasti diterima atau diterbitkan sangat cepat tanpa proses review yang jelas.
Agar artikel lebih cepat menembus jurnal SINTA 2, dosen perlu menyiapkan strategi sejak sebelum mulai menulis. Menentukan jurnal target, memperjelas novelty, menggunakan metode yang kuat, menyusun pembahasan secara mendalam, hingga melakukan self-review dapat membantu mengurangi risiko penolakan maupun revisi berulang.
Tidak ada cara yang dapat menjamin artikel langsung diterima, tetapi naskah yang sesuai scope, memiliki kontribusi yang jelas, serta mengikuti ketentuan jurnal dengan rapi memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk masuk ke tahap review. Karena itu, fokuslah pada kualitas penelitian sekaligus ketepatan strategi publikasinya.



